Mengenal Piutang yang Tidak Dapat Diterima Pada Non Dagang
Insight

Mengenal Piutang yang Tidak Dapat Diterima Pada Non Dagang

Berbicara tentang piutang memang akan selalu menjadi topik hangat dalam masyarakat. Apalagi jika Anda tengah berdagang, maka piutang akan sangat lekat Anda dapatkan dalam keseharian. Salah satu jenis piutang yang mungkin sering terdengar adalah piutang tidak dapat diterima pada non dagang.

Ya, piutang non dagang merupakan salah satu jenis utang yang mungkin cukup sering terdengar. Untuk memahami apa itu piutang non dagang dan seperti apa piutang yang tidak dapat diterima, simak ulasannya di bawah ini.

Pengertian Piutang Non Dagang

Mengenal Piutang yang Tidak Dapat Diterima Pada Non Dagang

Piutang Non Dagang merupakan klaim atau pengakuan atas barang dan jasa kepada pihak lain karena adanya transaksi non dagang yang dialkukan secara kredit. Akuntansi atau pencatatannya meliputi pencatatan saat terjadi transaksi dan penyesuaian pada akhir periode.

Untuk mencatat data tersebut, tentunya kita harus memperhatikan metode atau pendekatan apa yang digunakan oleh perusahaan dalam pencatatan data transaksi. Apakah dengan pendekatan neraca atau dengan pendekatan laba rugi.

Jenis Piutang Non Dagang

Seperti ini Cara Mengelola Transaksi Kas Kecil Untuk Bisnis

Beberapa jenis piutang non dagang yang juga masuk piutang tidak dapat diterima adalah sebagai berikut.

1. Piutang Biaya (Biaya Dibayar Di Muka)

Piutang ini timbul karena adanya pembayaran di muka. Pencatatan transaksi keuangan berupa biaya-biaya yang belum menjadi beban pada periode yang bersangkutan. Piutang biaya antara lain Sewa dibayar di muka, gaji dibayar di muka, iklan dibayar di muka, dan asuransi dibayar di muka.

2. Piutang Penghasilan

Piutang yang tidak dapat diterima ini berupa tagihan kepada pihak lain. Hal tersebut muncul karena adanya penghasilan yang akan diterima pada masa yang akan datang. Contohnya bisa piutang bunga, piutang sewa, dan piutang jasa servis.

3. Uang Muka Pembeliaan

Untuk Piutang satu ini berupa uang persekot yang dibayarkan untuk pesanan suatu barang yang akan dibeli.

4. Piutang Lain-lain

Terakhir ada piutang yang berupa tagihan. Pada bagian ini muncul kepada pihak ketiga secara khusus seperti kelebihan pembayaran pajak, bon karyawan dan lain-lain.

Lihat Bagaimana Jack Corporate Card Dapat Membantu Perusahaan Anda

Prosedur Penentuan Piutang Non Dagang

Contoh Penggunaan Kartu Kredit untuk Menjalankan Bisnis

Dalam piutang yang tidak dapat diterima seperi non dagang, ada beberapa prosedur yang harus dipenuhi. Dengan begitu, status piutang non dagang tersebut bisa diterima atau disahkan secara resmi.

Untuk memahami apa saja prosedur tersebut, penjelasannya ada di bawah ini.

1. Pengukuran Awal atau initial Measurement

Piutang dalam akuntansi sebagai sistem informasi diakui pada nilai wajar atau at fair value. pada awal terjadinya, bagian ini ditambah dengan biaya transaksi atau plus transaction cost. Nilai yang wajar pada suatu aset dapat dipertukarkan atau diselesaikan antara pihak yang memahami dan berkeinginan. Tujuannya adalah untuk melakukan transaksi wajar atau arm’s length transaction.

Untuk piutang yang tidak dapat diterima ini bukanlah dibayarkan pada suatu transaks dipaksakan, likuidasi yang dipaksakan, atau penjualan akibat kesulitan keuangan. Biaya transaksi ini berupa biaya tambahan yang bisa diatribusikan secara langsung. Hal itu bisa terhadap perolehan, penerbitan, atau pelepasan suatu aset atau liabilitas keuangan. Ada 3 jenis piutang non dagang yang diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Piutang jangka pendek berupa nilai wajar yang sama dengan nilai nominal (face value)
  • Piutang jangka panjang dikenakan bunga pada suku bunga pasar berupa nilai wajar yang sama dengan nilai nominal
  • Piutang jangka panjang yang tidak dikenakan bunga atau dikenakan bunga yang lebih kecil dari suku bunga pasar berupa nilai wajarnya. Nilai wajar ini adalah nilai kini (PV) dari seluruh arus kas masa depan yang didiskontokan dengan memakai suku bunga pasar atau suku bunga untuk piutang sejenis.

2. Pengukuran Setelah Pengakuan Awal (Subsequent Measurement)

Jenis piutang yang tidak dapat diterima ini diukur sebesar nilai bersihnya dapat direalisasi. Selain itu, bagian ini sesuai dengan istilah akuntansi dalam bahasa inggris, yaitu net realizable value.

Untuk mengestimasi nilai bersih yang dapat direalisasi, maka harus mempertimbangkan beberapa pengurang nilai piutang. Contohnya antara lain retur penjualan, potongan penjualan, dan cadangan piutang tak tertagih atau penurunan nilai.

Piutang jangka panjang yang tidak dikenakan bunga dapat diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi dikurangi dengan penurunan nilai yang mungkin timbul. Hal ini sesuai dengan pengertian transaksi akuntansi. Amortisasi dilakukan dengan menggunakan suku bunga efektif dan bukan garis lurus.

Tips mengelola Piutang yang Tidak dapat Diterima

Pengertian Piutang Lancar Dalam Bisnis dan Jenisnya

Tidak jauh berbeda dengan jenis piutang lainnya, untuk piutang yang tidak dapat diterima perlu pengelolaan yang baik. Hal tersebut bertujuan agar utang tidak menjadi kerugian dua belah pihak.

Beberapa cara yang bisa Anda lakukan adalah sebagai berikut:

1. Kelola Pengendalian Piutang

Pengendalian piutang dapat dilakukan dengan cara menetapkan aturan. Adapun aturan yang dapat Anda terapkan diantaranya yaitu:

  • Kriteria Individu atau Perusahaan yang Boleh Berhutang
  • Aturan Khusus Terkait Nilai Suku Buku, Masa Jatuh Tempo, Sistem Angsuran
  • Mempersingkat Masa Jatuh Tempo Untuk Menghindari Gagal Bayar
  • Melakukan Penolakan Terhadap Calon Debitur dengan Riwayat Buruk

2. Berlakukan Surat Perjanjian Piutang

Untuk menghindari adanya pailit ataupun kemungkinan buruk lainnya, pastikan ada surat hitam di atas putih. Surat tersebut berisikan peraturan, sanksi, dan semua hal yang menyangkut perjanjian antara dua belah pihak. Tidak lupa juga mebubuhkan materai di dalamnya.

3. Lakukan Pembukuan Secara Rutin

Dengan melakukan pembukuan secara rutin Anda akan terbantu untuk melihat progres perputaran piutang. Apakah ada pembayaran yang molor dan lain sebagainya. Tentunya siapapun tidak ingin mengalami kerugian.

4. Buat Daftar Khusus Piutang

Daftar khusus piutang atau lebih dikenal dengan sebutan kartu piutang adalah catatan akuntansi yang diberikan pada setiap pelanggan berisikan mutasi piutang. Buatlah kartu piutang sedetail-detailnya dengan mencantumkan nama debitur, rincian barang atau jasa yang dibeli, masa jatuh tempo, dan lain-lain. Tentunya kartu ini juga sangat baik dibuat untuk piutang yang tidak dapat diterima.

Gunakan Jack untuk kebutuhan bisnis Anda

itsjack.com

Demikian mengenal piutang yang tidak dapat diterima pada non dagang. Semoga informasi ini memberikan manfaat.

Pengaruh Piutang Dagang Dalam Valuta Asing

Previous article

Memahami Piutang yang Dapat Diambil Alih Dari sisi Keuangan

Next article

You may also like